InformatikaFarmasi
Ibnu ranu sabari
128 111 03
SISTEM
INFORMASI DALAM INDUSTRI FARMASI
Pendahuluan
Latar Belakang
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia,
seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk
mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa
informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang
mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami
ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil
keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan
mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu,
sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Persaingan ketat dalam Industri Farmasi telah menempatkan
Teknologi Informasi sebagai pendukung dalam mencapai tujuan, strategi bisnis
dan wahana untuk menciptakan sebuah proses bisnis yang terintegrasi (Database,
Aplikasi, Networking) yang mampu menyajikan informasi yang up to date. Dengan dukungan Teknologi
Informasi tersebut diharapkan perusahaan akan mampu bersaing dalam dunia
bisnis, adanya Teknologi Informasi yang baik dan sesuai serta tepat guna akan
sangat mendukung upaya untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan.
Teknologi Informasi diharapkan dapat memberikan dukungan
dalam penyediaan data dan informasi yang terintegrasi ke semua unit bisnis yang
terkait. Juga dapat digunakan untuk monitoring operasional, analisis kondisi
perusahaan baik sekarang atau di masa
mendatang para pimpinan bersedia menggunakan data untuk membantu mengambil
keputusan. Integrasi sistem Informasi bertujuan menggabungkan Sistem Informasi
yang tadinya terpisah dengan tujuan sebuah sumber daya informasi yang lebih
komplit & menyeluruh bagi sebuah organisasi. Hasilnya disebut sebagai
enterprise system. ([Sandoe 2001],85).
Penelitian ini rencananya akan dilakukan di perusahaan yang
bergerak di industri farmasi, dengan melakukan pengamatan secara langsung
ataupun tidak langsung.
Rumusan Masalah
Sebagai Industri Farmasi yang mempunyai produk berkesinambungan mulai dari
produksi, distribusi, grosir dan ritel
serta memiliki jenis produk yang banyak dan fasilitas produksi yang
memadai dengan tingkat penggunaan atau pemanfaatan yang belum optimal, maka banyaknya unit
bisnis yang ada merupakan permasalahan yang serius untuk dapat menciptakan
Integrasi Sistem Informasi secara keseluruhan.
Berdasarkan
uraian diatas maka masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini:
- Apakah kondisi data yang ada sekarang ini, sudah terintegrasi dengan data antar unit dan dapat diakses secara bersama dan terpusat.
- Apakah integrasi sistem informasi dapat meningkatkan produktifitas, mengurangi biaya operasional, memperbaiki pengambilan keputusan, meningkatkan hubungan dengan pelanggan.
- Bagaimanakah dengan strategi bisnis yang di terapkan oleh perusahaan apakah mendukung kinerja industri farmasi.
Dalam
Penelitian Integrasi Sistem Informasi yang ada pada Industri Farmasi Penulis
melakukan pembatasan analisis penelitian pada Integrasi Sistem Informasi dan
Strategi Bisnis dalam Mendukung Kinerja Industri Farmasi. Pada masalah:
1.
Integrasi sistem informasi dan strategi bisnis.
2.
Kinerja perusahaan dengan para pelanggannya.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang ada maka penelitian ini
bermaksud untuk memberikan masukkan yang positif meliputi;
- Kondisi data yang ada apakah sudah terintegrasi dengan data antar unit terkait dan dapat diakses secara terpusat.
- Meningkatkan dan memudahkan user dalam tukar menukar data dengan user lainya.
- Memberi masukan atas hasil analisis penelitian sebagai bahan masukan pada Industri Farmasi.
Adapun
manfaat dari penelitian adalah memberikan pandangan apakah Integrasi sistem
informasi dan strategi bisnis yang ada sudah mendukung kinerja Industri Farmasi.
Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian yang akan
dilakukan pada riset ini adalah melakukan pengumpulan data (Observasi,
Interview, Kuesioner), melakukan analisis kondisi peranan sistem informasi yang
terintegrasi ke semua unit bisnis. Analisis Kondisi Peranan Sistem Informasi
Terintegrasi Menganalisis atas masalah tersebut diatas dengan menggunakan
metode Luftman, Cobit. Dengan
menggunakan model persamaan Structural
Equation Model (SEM) dan Linear
Structural Relationship (LISREL) serta di bantu dengan menggunakan (SPSS)
sebagai input datanya, sebelum di masukkan ke aplikasi LISREL. Dengan memakai
metode tersebut diatas di harapakan akan mendapatkan, masalah–masalah integrasi
sistem informasi dan strategi bisnis yang mempengaruhi kinerja industri
farmasi yang ada.
Ø Teknik
Analisis Data SEM (Structural Equation Modeling)
Dalam
model dijumpai adanya variable eksogen
dan variable endogen. Variable eksogen adalah variable yang berasal dari luar
model dan merupakan input bagi model. Variable endogen berasal dari dalam model
dan merupakan output dari model. Dengan kata lain variable eksogen besarnya tetap pada saat
memasuki model, sedangkan besar variable
endogen ditentukan dalam model.
Dalam model tersebut simbol anak panah ( ) dipergunakan untuk menunjukkan adanya
hubungan kausal (ekor anak panah untuk variabel penyebab dan kepala anak
panah
untuk variabel akibat). Seperti pada gambar di bawah ini:
PSB = Perencanaan Strategi Bisnis
DSA = Definisi dan Scaning Arsitektur
PKS = Perencanaan & Kendali
Strategi TI
PAP =
Perencanaan Aplikasi
PDA =
Perencanaan Data
PJA =
Perencanaan Jaringan
PES =
Perencanaan Sistem
PPK = Perencanaan & Pengelolaan Keamanan
PUE = Pengembangan & Upgrade
Software
PUS =
Pembelian & Upgrade Software
PUH =
Pengadaan & Upgrade Hardware
PSI =
Perawatan Sistem
PPE =
Pendidikan dan Pelatihan
ILO =
Inbound Logistics
OPE =
Operation
OL0 =
Outbound Logistics
MSA =
Marketing and Sales
SER =
Service
SSI =
Strategi Sistem Informasi
SBS =
Strategi Bisnis
KPE =
Kinerja Perusahaan
KPL=
Kepuasan Pelanggan
PPA =
Pangsa Pasar
CPR =
Citra Perusahaan
Jika semua variabel dalam model tersebut merupakan variabel
teramati maka hubungan pengaruh mempengaruhi dari variabel dapat dianalisis
dengan analisis regresi atau path analysis (dengan catatan skala pengukuran
dari variabel tersebut memenuhi syarat analisis regresi maupun path).
Sebenarnya path
analysis sama dengan analisis regresi,
namun hasil dari path analysis
adalah koefesien regresiyang sudah
distandarkan sehingga bisa langsung di ketahui variabel mana diantara variabel
yang dilibatkan dan kontribusinya paling besar, kepada variabel terikat.Jika
variabel dalam model tersebut tidak semuanya terukur, analisis hubungan dapat
dilakukan dengan SEM.
Ø Langkah–Langkah
SEM
Menurut Hair at.al (1998) dalam buku Langkah langkah dalam SEM Pemodelan
Persamaan Struktural (Structural
Equation Modeling) menjelaskan ada tujuh langkah dalam SEM, seperti gambar
dibawah ini:
KESIMPULAN
Penelitian ini menguji variabel laten yang terdiri dari
variabel laten eksogenous dan variabel
laten endogenous. Berdasar pengujian yang telah dilakukan pada hipotesis yang
diajukan sebelumnya maka menghasilkan kesimpulan bahwa:
- Berdasarkan standar pengelolaan IT pada teori COBIT (34 proses IT dan 4 domain pengelolaan IT), ada beberapa proses IT yang di adopsi sehingga menjadi 13 indikator yang di jadikan sebagai teori ukur pertanyaan pada kuesioner yang di distribusikan pada penelitian ini, dari indikator tersebut maka berdasar nilai yang didapat dari hasil olah dengan Lisrel maka hampir secara keseluruhan berpengaruh signifikan terhadap SSI.
- Berdasar Porter’s Value Chain Model di katakan berkaitan dengan aktifitas internal ada tiga kegiatan primer dari proses produksi dan ada dua aktifitas dasar tambahan yang diadopsi menjadi 5 indikator yang di jadikan sebagai teori ukur pertanyaan pada kuesioner yang di distribusikan pada penelitian ini, dari indikator tersebut maka berdasar nilai yang didapat dari hasil olah dengan Lisrel maka secara keseluruhan berpengaruh signifikan terhadap SBS.
- Bahwa Strategi Sistem Informasi (SSI) punya pengaruh signifikan terhadap Kinerja Perusahaan (KPE).
- Bahwa Strategi Bisnis (SBS) punya pengaruh signifikan terhadap Kinerja Perusahaan (KPE).
DAFTAR
PUSTAKA
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19771/4/Chapter%20I.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar