Selasa, 15 Mei 2012


InformatikaFarmasi
Ibnu ranu sabari
128 111 03

 SISTEM  INFORMASI DALAM INDUSTRI  FARMASI

Pendahuluan
Latar Belakang
       Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Persaingan ketat dalam Industri Farmasi telah menempatkan Teknologi Informasi sebagai pendukung dalam mencapai tujuan, strategi bisnis dan wahana untuk menciptakan sebuah proses bisnis yang terintegrasi (Database, Aplikasi, Networking) yang mampu menyajikan informasi yang  up to date. Dengan dukungan Teknologi Informasi tersebut diharapkan perusahaan akan mampu bersaing dalam dunia bisnis, adanya Teknologi Informasi yang baik dan sesuai serta tepat guna akan sangat mendukung upaya untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan.
Teknologi Informasi diharapkan dapat memberikan dukungan dalam penyediaan data dan informasi yang terintegrasi ke semua unit bisnis yang terkait. Juga dapat digunakan untuk monitoring operasional, analisis kondisi perusahaan  baik sekarang atau di masa mendatang para pimpinan bersedia menggunakan data untuk membantu mengambil keputusan. Integrasi sistem Informasi bertujuan menggabungkan Sistem Informasi yang tadinya terpisah dengan tujuan sebuah sumber daya informasi yang lebih komplit & menyeluruh bagi sebuah organisasi. Hasilnya disebut sebagai enterprise system. ([Sandoe 2001],85).
Penelitian ini rencananya akan dilakukan di perusahaan yang bergerak di industri farmasi, dengan melakukan pengamatan secara langsung ataupun tidak langsung.

Rumusan Masalah
       Sebagai Industri Farmasi yang mempunyai produk berkesinambungan mulai dari produksi, distribusi, grosir dan ritel  serta memiliki jenis produk yang banyak dan fasilitas produksi yang memadai dengan tingkat penggunaan atau pemanfaatan  yang belum optimal, maka banyaknya unit bisnis yang ada merupakan permasalahan yang serius untuk dapat menciptakan Integrasi Sistem Informasi secara keseluruhan.
Berdasarkan uraian diatas maka masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini:
  • Apakah kondisi data yang ada sekarang ini, sudah terintegrasi dengan data antar unit  dan dapat diakses secara bersama dan terpusat.
  • Apakah integrasi sistem informasi dapat meningkatkan produktifitas, mengurangi biaya operasional, memperbaiki pengambilan keputusan, meningkatkan hubungan dengan pelanggan.
  • Bagaimanakah dengan strategi bisnis  yang di terapkan oleh perusahaan apakah mendukung kinerja industri farmasi.
Dalam Penelitian Integrasi Sistem Informasi yang ada pada Industri Farmasi Penulis melakukan pembatasan analisis penelitian pada Integrasi Sistem Informasi dan Strategi Bisnis dalam Mendukung Kinerja Industri Farmasi. Pada masalah:
1. Integrasi sistem informasi dan strategi bisnis.
2. Kinerja perusahaan dengan para pelanggannya.

Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang ada maka penelitian ini bermaksud untuk memberikan masukkan yang positif meliputi;
  1. Kondisi data yang ada apakah sudah terintegrasi dengan data antar unit terkait dan dapat diakses secara terpusat.
  2. Meningkatkan dan memudahkan user dalam tukar  menukar data dengan user lainya.
  3. Memberi  masukan atas hasil analisis penelitian sebagai bahan masukan   pada Industri Farmasi.
Adapun manfaat dari penelitian adalah memberikan pandangan apakah Integrasi sistem informasi dan strategi bisnis yang ada sudah mendukung kinerja  Industri Farmasi.

Metodologi Penelitian
        Metodologi penelitian  yang akan dilakukan pada riset ini adalah melakukan pengumpulan data (Observasi, Interview, Kuesioner), melakukan analisis kondisi peranan sistem informasi yang terintegrasi ke semua unit bisnis. Analisis Kondisi Peranan Sistem Informasi Terintegrasi Menganalisis atas masalah tersebut diatas dengan menggunakan metode  Luftman, Cobit. Dengan menggunakan model persamaan  Structural Equation Model (SEM) dan  Linear Structural Relationship (LISREL) serta di bantu dengan menggunakan (SPSS) sebagai input datanya, sebelum di masukkan ke aplikasi LISREL. Dengan memakai metode tersebut diatas di harapakan akan mendapatkan, masalah–masalah integrasi sistem informasi dan strategi bisnis yang mempengaruhi kinerja industri farmasi  yang ada.

Ø  Teknik Analisis Data SEM (Structural Equation Modeling)
Dalam model dijumpai adanya  variable eksogen dan variable endogen. Variable eksogen adalah variable yang berasal dari luar model dan merupakan input bagi model. Variable endogen berasal dari dalam model dan merupakan output dari model. Dengan kata lain  variable eksogen besarnya tetap pada saat memasuki model, sedangkan besar  variable endogen  ditentukan dalam model.   
Dalam model tersebut simbol anak panah (  ) dipergunakan untuk menunjukkan adanya hubungan kausal (ekor anak panah untuk variabel penyebab dan kepala anak
panah untuk variabel akibat). Seperti pada gambar di bawah ini:

PSB = Perencanaan Strategi Bisnis
DSA = Definisi dan Scaning Arsitektur
PKS = Perencanaan & Kendali Strategi TI
PAP =  Perencanaan Aplikasi
PDA =  Perencanaan Data
PJA =  Perencanaan Jaringan
PES =  Perencanaan Sistem
PPK = Perencanaan &  Pengelolaan Keamanan
PUE = Pengembangan & Upgrade Software
PUS =  Pembelian  & Upgrade Software
PUH =  Pengadaan  & Upgrade Hardware
PSI =  Perawatan Sistem
PPE =  Pendidikan dan Pelatihan
ILO =  Inbound Logistics
OPE =  Operation
OL0 =  Outbound Logistics
MSA =  Marketing and Sales
SER =  Service
SSI =  Strategi Sistem Informasi
SBS =  Strategi Bisnis
KPE =  Kinerja Perusahaan
KPL=  Kepuasan Pelanggan
PPA =  Pangsa Pasar
CPR =  Citra Perusahaan
Jika semua variabel dalam model tersebut merupakan variabel teramati maka hubungan pengaruh mempengaruhi dari variabel dapat dianalisis dengan analisis regresi atau path analysis (dengan catatan skala pengukuran dari variabel tersebut memenuhi syarat analisis regresi maupun path).
Sebenarnya  path analysis sama dengan  analisis regresi, namun hasil dari  path analysis adalah  koefesien regresiyang sudah distandarkan sehingga bisa langsung di ketahui variabel mana diantara variabel yang dilibatkan dan kontribusinya paling besar, kepada variabel terikat.Jika variabel dalam model tersebut tidak semuanya terukur, analisis hubungan dapat dilakukan dengan SEM.

Ø  Langkah–Langkah SEM
Menurut Hair at.al (1998) dalam  buku Langkah langkah dalam SEM Pemodelan Persamaan Struktural  (Structural Equation Modeling) menjelaskan ada tujuh langkah dalam SEM, seperti gambar dibawah ini:



KESIMPULAN
Penelitian ini menguji variabel laten yang terdiri dari variabel laten  eksogenous dan variabel laten endogenous. Berdasar pengujian yang telah dilakukan pada hipotesis yang diajukan sebelumnya maka menghasilkan kesimpulan bahwa:
  1. Berdasarkan standar  pengelolaan IT pada teori COBIT (34 proses IT dan 4 domain pengelolaan IT), ada beberapa proses IT  yang  di adopsi sehingga menjadi 13 indikator yang di jadikan sebagai teori ukur pertanyaan pada kuesioner yang di distribusikan pada penelitian ini, dari indikator tersebut maka berdasar nilai yang didapat dari hasil olah dengan Lisrel maka hampir secara keseluruhan berpengaruh signifikan terhadap SSI.
  2. Berdasar  Porter’s Value Chain Model di katakan berkaitan dengan aktifitas internal ada tiga kegiatan primer dari proses produksi dan ada dua aktifitas dasar tambahan yang diadopsi menjadi 5 indikator yang di jadikan sebagai teori ukur pertanyaan pada kuesioner yang di distribusikan pada penelitian ini, dari indikator tersebut maka berdasar nilai yang didapat dari hasil olah dengan Lisrel maka secara keseluruhan  berpengaruh signifikan terhadap SBS.
  3. Bahwa Strategi Sistem Informasi (SSI) punya pengaruh signifikan terhadap  Kinerja Perusahaan (KPE).
  4. Bahwa Strategi Bisnis (SBS) punya pengaruh signifikan terhadap Kinerja Perusahaan (KPE).

DAFTAR PUSTAKA 

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19771/4/Chapter%20I.pdf






Tidak ada komentar:

Posting Komentar